Selama aku tinggal di Palembang, payung bukan merupakan benda yang sebegitu pentingnya untuk dibawa -bawa kemana pun aku pergi. Musim hujan sekalipun, jarang sekali aku membawa payung. Entah karena space tas sekolah yang tidak mencukupi atau, simply karena malas. Atau mungkin juga karena aku diantar jemput dengan mobil- which is the most possible reason.
Keadaan berbalik 180 derajat saat aku pindah ke Bandung. Payung adalah benda yang amat penting kalau aku tidak mau kebasahan. Hujan di Bandung, bisa dikatakan sering. Meskipun umumnya bukan hujan lebat, tapi cukup untuk membuat kita basah kuyup kalau tidak pakai payung (eh, deras juga berarti ya *plakk*). Oleh karena itu, saat kuliah dan bepergian sangat dianjurkan untuk membawa payung.
Aku sendiri, hingga saat ini, terhitung sudah membeli tiga payung. Payung pertama yang aku beli hilang entah kapan. Payung kedua, rusak bagian atasnya. Dan payung ketiga, rusak pegangannya.
And it means that I have to buy a new one. -____________-
notes: sediakan kocek tersendiri untuk membeli payung. Angin saat hujan cukup kuat, sehingga payung tidak akan bertahan lama (well, at least, it was in my case).
payung kedua yg aku beli. penopang atasnya patah, ga bisa dikembangin buat ngebentuk payung lagi =="
payung ketiga yang aku beli. ada yg hilang dari pegangannya, jadi pegangan bawahnya lepas gitu -__-
Apa ga ada cara buat memperbaiki payung ketiga ini? Fuuuhhh =0=


udah yu,beli jas hujan yang untuk motor aja...
BalasHapuskan gak rusak2 tuh,hyahahaha...
udah beli payung lagi, weee :p hehe
BalasHapus