Hari ini ada kuis aljabar linear. Dosennya tipe orang yang tidak membolehkan terjadinya kecurangan sedikit pun selama kuis, atau siap2 mendapat nilai nol. Selama kuis, kita juga tidak diperbolehkan meminjam barang, apapun bentuknya. Maka, sebelum kuis dimulai, dosen mempersilakan kita untuk meminjam barang terlebih dahulu.
Aku, yang merasa sudah tidak perlu meminjam alat tulis lagi, dan pena juga udah ada dua, tidak ikut melakukan aksi pinjam meminjam itu. Tragisnya, hal inilah asal muasal penyebab kepanikan tingkat tinggiku selama kuis.
Setelah beberapa baris jawaban aku tulis, tinta pena yang terukir di kertas mulai berkurang kadar kejelasannya. Dan aku langsung berpikir, 'damn, ini tintanya mau abis!'. Aku langsung buka kotak pensil dan mengambil pena satu lagi, berharap pena itu bisa digunakan, sebab situasi tidak memungkinkan untuk meminjam ke orang lain. Sialnya, nasib pena satu lagi itu sama kayak pena pertama: tintanya juga abis.
Goddamnit, kenapa pena yang aku bawa tintanya abis semua? DDDDDDX
Panik pun akhirnya menguasai. Dan kalo aku mulai panik, aku ga bisa berpikir jernih. Tanganku gemetaran, soal ga bisa dicerna karena ga bisa fokus. Aku bingung mau melakukan apa agar aku bisa meminjam pena. Ga lucu kan kalau dosen tiba2 memergoki seolah2 aku sedang berbuat kecurangan padahal niatnya cuma mau pinjem pena. Tapi tambah ga lucu lagi kalau aku ga bisa mengisi kuis karena tinta pena abis.
Mau minjem pena aja susah amat.
Dan akhirnya, aku nekat ngomong ke ibunya langsung kalau aku mau minjem pena karena tinta pena aku habis. Memalukan sekali. Tapi yah daripada ga bisa nyelesain kuis.
Pelajaran hari ini: periksa tinta penamu sebelum ujian, kalau bisa bawa lebih dari dua pena, buat jaga2 aja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar